Detil Berita

Mahasiswa UKMC Ajak Siswa SMA Xaverius 2 Palembang Ubah Limbah Organik Jadi Eco-Enzyme Lewat “AYO Project”

  • by: Humas Unika Musi Charitas
  • 02 April 2026

PALEMBANG – Masalah sampah organik di Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi pelestarian lingkungan. Merujuk pada data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sisa makanan dan limbah dapur merupakan penyumbang volume sampah terbesar yang berpotensi memicu emisi gas rumah kaca jika tidak dikelola dengan baik.
 
Merespons krisis lingkungan tersebut, sekelompok mahasiswa lintas fakultas dari Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Intervensi Fermentasi Daur Ulang: Mengolah Limbah Organik Menjadi Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan” di SMA Xaverius 2 Palembang pada Rabu (1/4/2026).
 
Kegiatan edukatif yang dikenal dengan sebutan AYO Project ini diinisiasi oleh kolaborasi mahasiswa UKMC, yakni Febrian Valencius Sirait dan Marsheila Dwi Julianti (Fakultas Psikologi), Yosafat Noel Vino Nainggolan (Akuntansi), serta Boanerges Simarmata dan Anju Putra Samudra Silaban (Teknik Industri). Pelaksanaan program ini juga didampingi secara langsung oleh dosen pembimbing, Dr. Heri Setiawan, S.T., M.T., IPM., dan Andi Kurniawan.
 

 
Mengubah Limbah Menjadi Produk Bernilai Guna
Pemilihan SMA Xaverius 2 Palembang sebagai lokasi pelaksanaan PkM didasari oleh reputasi sekolah yang secara konsisten mengedepankan pendidikan karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
 
Dalam program ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pemaparan teoritis mengenai dampak negatif tumpukan sampah organik, tetapi juga diajak melakukan praktik langsung menggunakan teknologi fermentasi sederhana. Fokus utama pelatihan ini adalah pengolahan limbah dapur—seperti kulit buah dan sisa sayuran—menjadi Eco-Enzyme atau pupuk cair organik.
 
“Melalui fermentasi, limbah dapur yang biasanya hanya membusuk dan menimbulkan bau tak sedap, dapat kita ubah menjadi produk bermanfaat yang bisa menyuburkan tanaman,” ungkap perwakilan tim mahasiswa AYO Project UKMC di sela-sela sesi praktik.
 

 
Pendekatan Multidisiplin Ilmu untuk Cetak Agen Perubahan
Kelebihan dari AYO Project terletak pada pendekatan komprehensif yang dibawakan oleh tim lintas disiplin ilmu. Kegiatan ini bukan sekadar transfer teknologi, melainkan sebuah intervensi perilaku yang memadukan tiga keilmuan:
 
Teknik Industri: Mengajarkan cara berpikir efisien dalam proses pengolahan limbah.
Akuntansi: Mengedukasi pencatatan nilai guna dan manfaat ekonomis dari produk daur ulang.
Psikologi: Membentuk karakter dan kesadaran intrinsik untuk peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.
Secara garis besar, sosialisasi dan pelatihan ini memiliki empat tujuan utama:
Memberikan edukasi terkait dampak buruk sampah organik yang tidak terkelola.
Mengenalkan konsep fermentasi sebagai solusi inovatif pengolahan limbah.
Melatih keterampilan praktis siswa dalam membuat produk ramah lingkungan secara mandiri.
Menumbuhkan sikap peduli lingkungan yang berkelanjutan (sustainability) sejak dini.
 
Wakil Kesiswaan SMA Xaverius 2 Palembang, Veronika Endah Lestari, yang turut mendampingi para siswa selama kegiatan mengapresiasi inisiatif mahasiswa UKMC ini.
 
“Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa SMA Xaverius 2 Palembang mampu menjadi agent of change (agen perubahan). Tidak hanya mampu mengelola sampah secara mandiri di lingkungan sekolah, tetapi juga membawa dampak positif dan menularkan kebiasaan baik ini ke lingkungan rumah dan masyarakat luas,” tuturnya.
 
Melalui AYO Project, UKMC kembali membuktikan komitmennya dalam mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan teknologi agar berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang lebih hijau dan sehat di Kota Palembang.