//ob_start("ob_gzhandler"); ?>
PALEMBANG – Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) menyelenggarakan seminar bertajuk “Pengelolaan Lingkungan Berbasis Inovasi Secara Sistematis dan Efisien untuk Mewujudkan Industri yang Unggul dan Berkelanjutan”.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (8/5/2026) ini menghadirkan Anggota Komisi III DPRD Kota Palembang, Andreas Okdi Priantoro, sebagai narasumber utama untuk membedah persoalan tata kelola sampah di kawasan perkotaan.
Dalam paparannya di hadapan sivitas akademika UKMC, Andreas menekankan urgensi inovasi dalam pengelolaan lingkungan. Ia secara khusus memperkenalkan dan mendorong penerapan konsep Kampung Zerowaste (Kampung Bebas Sampah) sebagai solusi cerdas penanganan sampah di Kota Palembang.
“Hari ini saya diundang oleh teman-teman UKMC untuk melaksanakan seminar berkaitan dengan lingkungan. Saya membawa sebuah pesan dan inovasi terkait pembangunan kampung zerowaste di Kota Palembang,” ujar Andreas membuka diskusinya.
Kampung Zerowaste: Solusi Murah, Mudah, dan Bernilai Ekonomi
Menurut Andreas, konsep Kampung Zerowaste dapat menjadi alternatif baru yang sangat relevan. Pendekatan ini dinilai lebih mudah, murah, dan yang terpenting, melibatkan partisipasi aktif masyarakat secara langsung.
Dalam prosesnya, terdapat lima tahapan pengelolaan sampah yang ideal, dimulai dari pengambilan, pengolahan, hingga pemrosesan akhir. Melalui konsep ini, sampah organik yang dihasilkan rumah tangga dapat langsung diolah menjadi kompos. Hal ini secara signifikan akan menekan volume timbulan sampah yang bermuara di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kami mendorong pembangunan 107 kampung zerowaste di Kota Palembang. Dampaknya bukan hanya baik terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi memberikan peningkatan hasil ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Dari sisi ekologis, sistem pengolahan sampah yang terintegrasi di tingkat hulu (masyarakat) ini terbukti efektif. Andreas memaparkan bahwa konsep zerowaste mampu menurunkan emisi karbon dioksida (CO2) hingga 30–60 persen.
Tantangan Regulasi dan Pentingnya Sinergi Lintas Sektor
Selain memaparkan inovasi, seminar ini juga menjadi ajang evaluasi kritis terhadap kebijakan penanganan sampah saat ini. Andreas menyoroti empat persoalan utama yang dihadapi pemerintah kota, di mana salah satunya adalah ketiadaan kebijakan teknis yang jelas dan menyeluruh.
“Pemerintah kota sejauh ini hanya sebatas kampanye penegakan hukum. Padahal, fasilitas dasar seperti ketersediaan kotak sampah di setiap jalan dan lorong saja masih sangat minim. Seharusnya pemerintah berani mengambil langkah strategis dalam penanganan sampah,” tegasnya.
Mengakhiri sesinya, Andreas memberikan apresiasi kepada institusi pendidikan, termasuk kampus dan sekolah, yang telah menginisiasi penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Ia berharap UKMC dapat terus menjadi motor penggerak kesadaran ekologis di tengah masyarakat.
“Pemerintah, bank sampah, hingga sektor pembangunan harus terlibat bersama. Kami di DPRD mendorong dari sisi regulasi melalui Perda, sedangkan eksekusi dan keputusan strategisnya ada di tangan pemerintah kota,” pungkasnya.
Melalui seminar ini, UKMC berharap para mahasiswa dan tenaga pendidik dapat semakin terpacu untuk meneliti dan mengaplikasikan inovasi-inovasi lingkungan yang berdampak nyata, sejalan dengan visi universitas dalam mendukung industri dan tata kehidupan yang berkelanjutan.
08 May 2026
08 May 2026
05 May 2026
28 April 2026
25 April 2026