Detil Berita

UKMC Perkuat Kompetensi Sosial Emosional Guru SD Xaverius II Palembang melalui Studi Kasus dan Role Play

  • by: Humas Unika Musi Charitas
  • 30 September 2026

Palembang – Menghadapi dinamika peserta didik, orang tua, dan lingkungan kerja tidak cukup hanya dengan penguasaan materi pembelajaran. Guru juga membutuhkan kemampuan mengenali emosi, mengelola diri, membangun relasi, dan mengambil keputusan secara tepat. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) menghadirkan pelatihan kompetensi sosial emosional bagi guru SD Xaverius II Palembang melalui pendekatan studi kasus dan bermain peran (role play).

 

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Peningkatan Kompetensi Sosial Emosional Guru Berbasis Studi Kasus di SD Xaverius II Palembang” tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi sekaligus bentuk nyata kontribusi UKMC dalam mendukung pengembangan profesional guru dan peningkatan kualitas pendidikan.

 

Kegiatan bersama SD Xaverius II Palembang tersebut mendapat dukungan dari Kepala SD Xaverius II Palembang, Frater M. Yoseph BHK, S.Pd. Para guru tidak hanya menerima pemaparan materi, tetapi juga diajak menghadapi berbagai situasi sosial dan emosional melalui kasus-kasus yang dirancang sesuai dengan konteks kehidupan di sekolah.

 

Suasana pelatihan semakin aktif ketika peserta memasuki sesi role play. Guru memerankan tokoh-tokoh dalam kasus yang diberikan, kemudian berlatih merespons situasi yang berkaitan dengan komunikasi, pengelolaan emosi, penyelesaian masalah, dan pengambilan keputusan.

Di sinilah pembelajaran tidak berhenti pada teori. Peserta mengalami langsung bagaimana sebuah situasi sosial dan emosional dapat memengaruhi cara berkomunikasi serta menentukan respons yang diambil.

 

Setelah bermain peran, peserta bersama tim PKM melakukan refleksi. Setiap respons dibahas dan dianalisis untuk menemukan berbagai kemungkinan penyelesaian. Guru diajak melihat kembali tindakan yang telah dilakukan, mengidentifikasi aspek sosial emosional yang muncul, serta mempertimbangkan respons yang lebih tepat ketika menghadapi situasi serupa di lingkungan sekolah.

Materi yang disampaikan oleh Romo Ongko Handoko, S.Fil., MA. berfokus pada lima kompetensi utama dalam pembelajaran sosial emosional, yakni kesadaran diri (self-awareness), pengelolaan diri (self-management), kesadaran sosial (social-awareness), keterampilan membangun hubungan (relationship skills), serta pengambilan keputusan yang bertanggung jawab (responsible decision-making).

 

 

Kelima kompetensi tersebut menjadi fondasi penting bagi guru dalam menjalankan perannya secara profesional. Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga mampu memahami diri, membaca situasi, membangun hubungan yang positif, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab dalam menghadapi berbagai persoalan di sekolah.

 

PKM ini diketuai oleh Sr. Susana Wijiarti, S.Pd., M.Li., dengan anggota tim dosen Agnes Fibriana Kurniawati, S.S., M.Pd., Petrus Murwanto, SS., M.Ed., Ongko Handoko, S.Fil., MA., dan Ria Triayomi, S.Pd., M.Pd. Kegiatan turut melibatkan Thanaya Dara Dwinda sebagai anggota mahasiswa.

 

Melalui pendekatan yang interaktif, kontekstual, dan reflektif, UKMC mendorong guru untuk menghubungkan konsep kompetensi sosial emosional dengan pengalaman nyata di sekolah, baik dalam berinteraksi dengan peserta didik, orang tua atau wali murid, maupun rekan kerja.

 

Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi UKMC dan SD Xaverius II Palembang dalam membangun kapasitas pendidik. UKMC menegaskan bahwa penguatan kualitas pendidikan harus dimulai dari penguatan kompetensi guru termasuk kemampuan sosial dan emosional yang menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, positif, dan mendukung proses pembelajaran.

 

Melalui PKM ini, UKMC kembali menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan Tridharma Perguruan Tinggi yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan dunia pendidikan.