Detil Berita

PKM – Manajemen Perubahan Diri Pribadi demi Meneguhkan Panggilan Seminaris

  • by: Unit Informasi Multimedia
  • 23 April 2021

Pada hari Jumat, 26 Maret 2021 telah dilaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) oleh dosen dan mahasiswa dua fakultas di Unika Musi Charitas (FHIP dan FBA) bersama mitra Seminari Menengah St. Paulus Palembang.
 


 
Sesi ini – bagian dari rangkaian PkM – dilakukan online via Zoom dengan tujuan memfasilitasi seminaris agar lebih memahami tentang manajemen perubahan diri pribadi dalam upaya meneguhkan panggilan hidup.
 


 
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi oleh dua dosen FBA yakni Catharina Clara, S.E., M.Si dan Ega Leovani, S.E., M.M. dengan jumlah partisipan sebanyak 28 seminaris. Ega Leovani memaparkan 5 ragam generasi yang ada saat ini yang menjadi bagian dari populasi penduduk. Tiap generasi memiliki perbedaan yang mencolok karena perbedaan lingkungan dan cara berkembang sehingga menghasilkan perbedaan nilai-nilai, kepercayaan, dan opini di antara mereka. Dalam konteks perubahan diri, Ega menambahkan adanya fenomena FOMO (Fear of Missing Out) versus JOMO (Joy of Missing Out). FOMO semestinya dihindari karena ini gangguan kesehatan mental yang menyebabkan seseorang terus menerus merasa “takut tertinggal” informasi yang berkembang. Dampaknya beragam, salah satunya adalah kebiasaan menghabiskan waktu dengan smartphone atau komputer. JOMO dapat diterapkan untuk mengerem trend tersebut dan bahkan para seminaris diharapkan mengembangkan digital leadership.
 


 
Pemaparan dilanjutkan oleh Catharina Clara yang menyampaikan tentang perubahan sangat besar dan radikal di segala sendi kehidupan manusia. Era disrupsi ini menghadapkan manusia akan tingkat gejolak, ketidakpastian, kompleksitas, dan kebingungan yang semakin tinggi pula. Kondisi labil dan bergejolak ini sering disebut VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity). Bila direfleksikan, tanpa VUCA, hidup manusia akan membosankan dan tanpa dinamika. Manusia diciptakan untuk menghadapi perubahan. Selanjutnya, Catharina Clara memberikan langkah-langkah dan cara bersikap di era disruptif yaitu: 1) effectiveness, do the right things, 2) efficiency, do the things right, 3) improving, doing things better, 4) cutting, doing away with things, 5) copying, doing things that other people are doing, 6) different, doing things no one else is doing, 7) impossible, do things that can’t be done.
 


 
Untuk menindaklanjuti pemaparan tersebut, dua dosen FHIP yang terlibat yakni Yohanes Heri Pranono, M.Pd dan Anselmus Inharjanto SCJ, M.Phil. mengajak para seminaris untuk berefleksi tentang imagologi diri. Penulisan imagologi ini menjadi bentuk pelatihan bagaimana partisipan menggambarkan diri mereka di masa depan terutama menjadi digital leaders dan harus hadapi VUCA. Tim dosen dan mahasiswa berharap kegiatan PkM ini mampu membekali dan melatih para seminaris untuk mengelola perubahan diri demi keteguhan panggilan mereka. (Tim PkM)