//ob_start("ob_gzhandler"); ?>
Program Studi Sistem Informasi dan Program Studi Arsitektur Universitas Katolik Musi Charitas (UKMC) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Pelatihan Perancangan Tata Letak Ruang dan Titik Jaringan Komputer untuk Gedung di SMK Utama Bakti Palembang” pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di SMK Utama Bakti Palembang ini diikuti oleh 26 siswa dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Desain Komunikasi Visual (DKV), didampingi empat dosen yaitu Stefanus Setyo Wibagso, S.Kom., M.Kom., Sri Andayani, S.Kom., M.Cs., Andri Wijaya, S.Kom., M.T.I., dan Abdul Rachmad ZA, M.T. dan dua mahasiswa UKMC. Pelatihan dirancang untuk memperkenalkan keterkaitan antara infrastruktur jaringan komputer dan perancangan tata ruang bangunan sebagai fondasi penerapan konsep gedung cerdas atau smart building, sekaligus menjadi wujud nyata kerja sama lintas disiplin ilmu antara kedua program studi.
Materi pelatihan disusun melalui koordinasi tim PKM agar mempertemukan dua perspektif keilmuan, yaitu kebutuhan infrastruktur jaringan komputer dalam bangunan serta perancangan tata letak dan perspektif ruang. Sesi pertama membahas jaringan komputer, termasuk perangkat dan penempatan titik jaringan dalam konteks gedung cerdas, yang disampaikan oleh Stefanus Setyo Wibagso, M.Kom., dari Program Studi Sistem Informasi. Sesi kedua membahas perspektif interior bangunan dan latihan menggambar ruang, yang disampaikan oleh Abdul Rachmad ZA, M.T., dari Program Studi Arsitektur. Pendekatan ceramah, visualisasi, praktik, dan diskusi digunakan agar siswa TKJ dan DKV dapat mengenali keterkaitan antara fungsi teknis jaringan, tata ruang, estetika, dan ergonomi. Kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa Program Studi Sistem Informasi UKMC, yaitu Nova Magdalena BR Hombing dan Alexander Novaldi, yang mendukung aspek operasional sekaligus memperoleh pengalaman berinteraksi dengan mitra sekolah.
Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pretest dan posttest sebanyak 15 soal, dengan 20 pasangan data yang dapat dianalisis. Hasilnya menunjukkan rata-rata pretest sebesar 11,95 dari 15 soal (79,67%) dan rata-rata posttest sebesar 11,30 dari 15 soal (75,33%), atau mengalami penurunan sebesar 0,65 jawaban benar (4,34 poin persentase). Sebanyak 5 siswa (25%) mengalami peningkatan skor, 3 siswa (15%) memperoleh skor tetap, dan 12 siswa (60%) mengalami penurunan. Meskipun demikian, hasil ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa pelatihan tidak bermanfaat; tingginya nilai pretest mengindikasikan bahwa sebagian peserta telah memiliki pengetahuan awal, sehingga tim PkM mencatat perlunya peninjauan terhadap tingkat kesulitan soal, cakupan materi, alokasi waktu, dan metode pembelajaran pada kegiatan berikutnya, misalnya melalui studi kasus, demonstrasi, dan praktik langsung yang lebih menekankan penerapan konsep.

Dari sisi persepsi peserta, kuesioner evaluasi yang diisi oleh 29 responden—terdiri dari siswa dan guru—menunjukkan tanggapan yang sangat positif. Aspek manfaat kegiatan memperoleh penilaian tertinggi sebesar 95,17% (rata-rata 4,76 dari skala 5), diikuti kejelasan penyampaian materi sebesar 90,34% dan daya tarik topik sebesar 88,28%. Adapun harapan terhadap kegiatan lanjutan dengan topik berbeda memperoleh skor terendah, yakni 80,00%, meskipun masih tergolong positif. Masukan tertulis dari 26 peserta sebagian besar menilai materi menarik, jelas, dan mudah dipahami, serta mengusulkan perluasan topik DKV dan TKJ, pengembangan keterampilan menggambar tiga dimensi (3D), serta penambahan aktivitas interaktif seperti ice breaking dan permainan singkat. Temuan ini memperlihatkan bahwa penilaian kepuasan peserta perlu dipahami sebagai indikator yang melengkapi, bukan menggantikan, hasil pengukuran pengetahuan melalui tes.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM di SMK Utama Bakti Palembang memperoleh penerimaan yang baik dan dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran siswa, khususnya dalam memperkenalkan integrasi antara kompetensi teknis jaringan, estetika, dan ergonomi dalam perancangan bangunan. Namun, karena peningkatan pemahaman peserta secara agregat belum tercapai berdasarkan indikator tes, tim PkM merekomendasikan pelaksanaan kegiatan lanjutan yang berkelanjutan dengan porsi praktik lebih besar, seperti perancangan denah ruang, penempatan titik jaringan, serta desain perspektif 2D dan 3D metode pembelajaran yang lebih interaktif dan kolaboratif, serta penyempurnaan instrumen evaluasi berbasis hasil praktik. Melalui perbaikan tersebut, kegiatan pengabdian berikutnya diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman belajar yang menarik dan bermanfaat, tetapi juga menghasilkan peningkatan kompetensi peserta yang lebih terukur dan berkelanjutan.
19 October 2026
17 October 2026
16 October 2026
02 October 2026
02 October 2026